Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Dengan Tenang Memandang Gunung Selatan》

Liris bernuansa Tiongkok klasik · Penciptaan musik AI

Dengan Tenang Memandang Gunung Selatan

Ku Wuji · Musik AI · 1 kali dibaca

Diilhami 《饮酒·其五》 (Minum Arak · Puisi Kelima) karya Tao Yuanming. 结庐在人境,而无车马喧;问君何能尔?心远地自偏。采菊东篱下,悠然见南山;山气日夕佳,飞鸟相与还。此中有真意,欲辨已忘言。Artinya: mendirikan pondok di tengah manusia, namun tanpa hiruk-pikuk kereta dan kuda; bagaimana hal itu mungkin? Bila hati menjauh, tempat pun terasa terpencil. Memetik krisan di bawah pagar timur, dengan tenteram tampak Gunung Selatan; udara pegunungan indah menjelang senja, burung-burung pulang bersama. Di dalamnya ada makna sejati, hendak dijelaskan namun kata-kata telah terlupa. Pondok berada di dunia manusia tanpa kebisingan, hati yang menjauh menjadikan tempat terasa terpencil, memetik krisan di pagar timur sambil tenteram memandang gunung, melupakan kata-kata dalam makna sejati. Vokal pria dan wanita menyanyikan lirik yang sama.

Sebaris lirik dalam lagu

结庐在人境,而无车马喧 — Membangun pondok di tengah permukiman manusia,namun tanpa hiruk-pikuk kereta dan kuda

问君何能尔,心远地自偏(Kutanya bagaimana kau bisa demikian,bila hati jauh dari hiruk pikuk tempat pun terasa sunyi)

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Pondok beratap ilalang berdiri di tepi desa

Suara kereta dan kuda, terdengar jauh

Kau bertanya bagaimana aku bisa

Hati tak berada di keramaian,melainkan di hadapan Gunung Selatan

Pagar dipasang di sebelah timur

Bunga krisan bermekaran, petak demi petak membentang

[Pra-Refrain]

Memetik bunga krisan di bawah pagar timur

Saat menoleh warna gunung, menyerbu pandangan

[Refrain]

结庐在人境,而无车马喧 — Membangun pondok di tengah permukiman manusia,namun tanpa hiruk-pikuk kereta dan kuda

问君何能尔,心远地自偏(Kutanya bagaimana kau bisa demikian,bila hati jauh dari hiruk pikuk tempat pun terasa sunyi)

采菊东篱下,悠然见南山 — Memetik krisan di bawah pagar timur, dengan tenteram tampak Gunung Selatan

Menjelang senja udara pegunungan, indah menenteramkan

此中有真意,欲辨已忘言 — Di dalamnya ada makna sejati,hendak kuuraikan namun kata-kata telah terlupa

Tangan penuh harum krisan, tak iri kepada para dewa

[Bait 2]

Udara pegunungan paling segar saat pagi

Kabut pegunungan di petang hari,juga sangat segar

Burung-burung berpasangan kembali ke sarang

Sepasang demi sepasang, terbang melintasi puncak gunung

Kupandang hingga terhanyut

Bila lelah memandang, pulanglah, menggarap ladangku

[Pra-Refrain]

Matahari tenggelam ke celah pegunungan

Asap dapur membubung, senja membentang lembut

[Refrain]

结庐在人境,而无车马喧 — Membangun pondok di tengah permukiman manusia,namun tanpa hiruk-pikuk kereta dan kuda

问君何能尔,心远地自偏(Kutanya bagaimana kau bisa demikian,bila hati jauh dari hiruk pikuk tempat pun terasa sunyi)

采菊东篱下,悠然见南山 — Memetik krisan di bawah pagar timur, dengan tenteram tampak Gunung Selatan

Menjelang senja udara pegunungan, indah menenteramkan

此中有真意,欲辨已忘言 — Di dalamnya ada makna sejati,hendak kuuraikan namun kata-kata telah terlupa

Tangan penuh harum krisan, tak iri kepada para dewa

[Instrumental]

[Bait 3]

山气日夕佳,飞鸟相与还 — Hawa gunung indah menjelang senja,burung-burung terbang pulang bersama

Berapa lama pun menatap pemandangan ini, tak pernah jemu

Di dalamnya tersimpan makna sejati

Kata sudah di ujung bibir, hanya tersisa memandang sambil tersenyum

Apa sesungguhnya makna sejati itu

Yang tak terucapkan, justru paling utuh

[Jembatan]

Orang bertanya mengapa aku tinggal di sini

Kataku jika hati menjauh dari hiruk-pikuk, di mana pun terasa tenteram

Di tengah pasar ramai pun bisa hidup menyepi

Yang terpenting adalah hati, bukan gunung dan sungai

Menyimpan Gunung Selatan di dalam hati

Bulan melintasi pagar, bayang pagar melengkung-lengkung

Orang yang tak mendambakan kehormatan dan keuntungan

Dengan sendirinya akan hidup di bawah pagar, tenteram seribu tahun

[Bait 4]

Keremangan senja terhimpun di dalam rumah

Bulan sabit diam-diam, merayap ke atas cucuran atap

Cawan diisi penuh arak keruh

Menghadap Gunung Selatan, kuangkat cawan dari kejauhan

Malam ini tak membicarakan makna sejati

Hanya menghirup harum krisan, beberapa kali lagi

[Refrain Terakhir]

结庐在人境,而无车马喧 — Membangun pondok di tengah permukiman manusia,namun tanpa hiruk-pikuk kereta dan kuda

问君何能尔,心远地自偏(Kutanya bagaimana kau bisa demikian,bila hati jauh dari hiruk pikuk tempat pun terasa sunyi)

采菊东篱下,悠然见南山 — Memetik krisan di bawah pagar timur, dengan tenteram tampak Gunung Selatan

Menjelang senja udara pegunungan, indah menenteramkan

此中有真意,欲辨已忘言 — Di dalamnya ada makna sejati,hendak kuuraikan namun kata-kata telah terlupa

Tangan penuh harum krisan, tak iri kepada para dewa

[Penutup]

采菊东篱下,悠然见南山 — Memetik krisan di bawah pagar timur, dengan tenteram tampak Gunung Selatan

Habiskan cawan ini, lalu rebahkan kepala dan tidur

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

4:25

Interpretasi satu · Vokal wanita

4:41

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.