Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Kabar Dedalu di Jendela Barat》

Lagu Liris Bergaya Tiongkok · Penciptaan musik AI

Kabar Dedalu di Jendela Barat

Ku Wuji · Musik AI · 3 kali dibaca

Terinspirasi dari karya Liu Fangping 《代春怨》(Mewakili Keluh Musim Semi), lirik baru ini mengisahkan membuka jendela ke arah angin yang membawa hadirmu.

Sebaris lirik dalam lagu

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Biarkan kata-kata yang belum tuntas perlahan menemukan jalan pulang

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Cahaya pagi perlahan terbangun bersama kepodang

Kusingkap tirai dan hanya terlihat hamparan hijau rumput tanpa batas

Embusan angin tiba-tiba memasuki halaman kecil

Namun semua ranting dedalu mengarah ke tempat kau pergi

[Pra-Refrain]

Jika angin memahami sapaan sebuah hati

Bisakah ia juga membawakan kabarku kembali ke depan pintu

[Refrain]

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Biarkan kata-kata yang belum tuntas perlahan menemukan jalan pulang

Musim semi begitu dekat namun kau masih jauh

Bahkan ke mana sehelai daun pergi pun tak tahan kutanyakan

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Semoga kau juga mendengar suara hatiku yang menunggu

[Selingan Instrumental]

[Bait 2]

Sinar matahari memanjangkan bayangan di dalam rumah

Kuletakkan kembali surat lama di atas meja

Tak setiap pagi akan membawa balasan

Namun aku masih rela menyimpan sedikit harapan untuk perjumpaan

[Pra-Refrain]

Jika angin memahami sapaan sebuah hati

Bisakah ia juga membawakan kabarku kembali ke depan pintu

[Refrain]

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Biarkan kata-kata yang belum tuntas perlahan menemukan jalan pulang

Musim semi begitu dekat namun kau masih jauh

Bahkan ke mana sehelai daun pergi pun tak tahan kutanyakan

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Semoga kau juga mendengar suara hatiku yang menunggu

[Jembatan]

Jangan biarkan penantian menutupi seluruh kehidupan

Jangan pula karena jauhnya perjalanan kau lupa pernah mencintai sepenuh hati

Saat kuseduh teh hari ini hingga hangat dengan sepenuh hati

Kau pun tetap berada di tempat terlembut dalam hatiku

[Refrain Terakhir]

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Biarkan kata-kata yang belum tuntas perlahan menemukan jalan pulang

Musim semi begitu dekat namun kau masih jauh

Bahkan ke mana sehelai daun pergi pun tak tahan kutanyakan

Kudorong jendela ini terbuka ke arah angin yang membawa hadirmu

Semoga kau juga mendengar suara hatiku yang menunggu

[Penutup]

Setelah angin berlalu jendela tetap menyisakan celah

Agar esok bisa lebih dahulu melihat hari cerah yang baru

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

3:30

Interpretasi satu · Vokal wanita

3:30

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.