Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Bunga Berpamitan kepada Pohon》

Liris bernuansa Tiongkok klasik · Penciptaan musik AI

Bunga Berpamitan kepada Pohon

Ku Wuji · Musik AI · 3 kali dibaca

Diilhami 《蝶恋花·阅尽天涯离别苦》 (Kupu-Kupu Mencintai Bunga · Mengalami Segala Pahit Perpisahan di Ujung Dunia) karya Wang Guowei. 阅尽天涯离别苦,归来却见零落花如许;花底相看无一语,绿窗春与天俱暮。灯下待诉相思,一缕新欢、旧恨千缕;最是人间留不住,朱颜辞镜花辞树。Artinya: setelah merasakan segala pahit perpisahan di ujung dunia, pulang justru melihat begitu banyak bunga berguguran; di bawah bunga saling menatap tanpa sepatah kata, di jendela hijau musim semi dan langit sama-sama meredup. Di bawah lampu hendak menuturkan rindu, seutas kebahagiaan baru、seribu utas duka lama; yang paling tak dapat ditahan di dunia ialah wajah muda meninggalkan cermin dan bunga meninggalkan pohon. Vokal pria dan wanita menyanyikan lirik yang sama.

Sebaris lirik dalam lagu

Di bawah bunga saling memandang, ternyata tak mampu mencurahkan kata

绿窗春与天俱暮 (Di jendela hijau, musim semi dan hari sama-sama menjelang akhir)

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Telah kujelajahi seluruh ujung dunia

Perpisahan telah dikecap hingga ke kedalamannya

Tak kusangka pada hari kepulanganku ini

Bunga-bunga gugur menyelimuti jalan pulang

Orang yang dahulu menanam bunga

Rambut di pelipis pun tersentuh embun beku dan kabut

[Pra-Refrain]

Kau berdiri di bawah bunga-bunga

Berdiri menjadi kesendirian di antara bayang bunga

[Refrain]

Di bawah bunga saling memandang, ternyata tak mampu mencurahkan kata

绿窗春与天俱暮 (Di jendela hijau, musim semi dan hari sama-sama menjelang akhir)

Rindu menumpuk sepanjang perjalanan

Kebahagiaan baru seinci,kepedihan sesal lama menjulang ribuan depa

最是人间留不住 (Yang paling tak dapat ditahan di dunia manusia)

朱颜辞镜花辞树(Wajah muda berpamitan pada cermin,bunga berpamitan pada pohon)

[Bait 2]

Sumbu pelita dinaikkan agar sedikit lebih terang

Kami berdua masih agak canggung

Kata yang hendak kuucapkan tertahan di tenggorokan

Berbaris menjadi antrean panjang

Dari tahun yang mana harus kumulai

Baru membuka mulut, air mata sudah lebih dahulu jatuh

[Pra-Refrain]

Ribuan puluhan ribu kata membanjiri ujung bibir

Saat terucap sudah bukan seperti dahulu

[Refrain]

Di bawah bunga saling memandang, ternyata tak mampu mencurahkan kata

绿窗春与天俱暮 (Di jendela hijau, musim semi dan hari sama-sama menjelang akhir)

Rindu menumpuk sepanjang perjalanan

Kebahagiaan baru seinci,kepedihan sesal lama menjulang ribuan depa

最是人间留不住 (Yang paling tak dapat ditahan di dunia manusia)

朱颜辞镜花辞树(Wajah muda berpamitan pada cermin,bunga berpamitan pada pohon)

[Instrumental]

[Bait 3]

Cermin tersimpan di dasar peti

Terselubung debu yang begitu tebal

Bukan karena aku tak berani bercermin

Aku takut tak lagi mengenali raut wajahku

Diriku di matamu tahun itu

Bahkan garis sosoknya pun tak jelas

[Jembatan]

Tak ada apa pun yang bisa dipertahankan

Dunia manusia adalah sebuah pertunjukan yang menutup tirai

Bunga adalah wajah pepohonan

Cepat atau lambat harus dikembalikan untuk dikejar angin

Rona kemerahan di wajah manusia

Cepat atau lambat harus diserahkan kepada waktu untuk dirawat

Jika tak bisa dipertahankan, biarkan saja pergi

Setidaknya pelita masih hangat,jangan sia-siakan

[Bait 4]

Percakapan dari hati ke hati selepas tengah malam

Duka lama makin dihitung makin kabur

Ternyata kebencian pun bisa

Saat diucapkan lebih lembut berubah menjadi pesan penuh perhatian

Saat hari terang pergilah melihat

Di dahan kembali bermunculan pucuk hijau tak terhitung

[Refrain Terakhir]

Di bawah bunga saling memandang, ternyata tak mampu mencurahkan kata

绿窗春与天俱暮 (Di jendela hijau, musim semi dan hari sama-sama menjelang akhir)

Rindu menumpuk sepanjang perjalanan

Kebahagiaan baru seinci,kepedihan sesal lama menjulang ribuan depa

最是人间留不住 (Yang paling tak dapat ditahan di dunia manusia)

朱颜辞镜花辞树(Wajah muda berpamitan pada cermin,bunga berpamitan pada pohon)

[Penutup]

Wajah muda telah berpamitan pada cermin bening

Bunga pun berpamitan kepada pohon itu

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

4:07

Interpretasi satu · Vokal wanita

5:29

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.