Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Teratai Muda dalam Cerah yang Lembut》

Liris bernuansa Tiongkok klasik · Penciptaan musik AI

Teratai Muda dalam Cerah yang Lembut

Ku Wuji · Musik AI · 4 kali dibaca

Mengambil ilham dari 《小池》 (Kolam Kecil) karya Yang Wanli. 泉眼无声惜细流,树阴照水爱晴柔;小荷才露尖尖角,早有蜻蜓立上头。Artinya: mata air diam seakan menyayangi alirannya yang tipis, bayang pohon tercermin di air mencintai kelembutan cuaca cerah; teratai kecil baru menampakkan pucuk runcing, seekor capung sudah lebih dulu bertengger di atasnya. Semesta mungil dalam kolam kecil: mata air hemat mengalirkan air, bayang pohon mencerminkan kelembutan hari cerah, teratai kecil baru menunjukkan pucuk runcing, capung sudah bertengger di atasnya—yang kecil punya keutuhannya sendiri, yang kecil punya kebebasannya sendiri. Dinyanyikan oleh suara pria dan wanita dengan lirik yang sama.

Sebaris lirik dalam lagu

Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping

早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)

Puisi asli sumber inspirasi Yang Wanli ·《Kolam Kecil》
Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Mata air berada di celah bebatuan

Aliran kecil perlahan mengalir keluar

Ia sungguh tak rela melepas

Takut musim panas tak cukup panjang, ia membukanya dengan sangat hemat

Begitulah sedikit isi hati yang penuh pertimbangan

Aliran kecil yang terus mengalirlah yang bertahan lama

[Pra-Refrain]

Naungan pohon menjulur ke permukaan air

Menganggap bayangan sebagai cermin terus bercermin tanpa henti

[Refrain]

Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping

早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)

泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil

树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah

Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh

Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi

[Bait 2]

Cahaya hari cerah begitu lembut

Selembut selapis sutra tipis

Permukaan air tak bergerak sedikit pun

Bayang pohon dan awan, semuanya terpantul di mata air

Sesekali datang embusan angin

Datang dan pergi sama-sama perlahan

[Pra-Refrain]

Ada sesuatu bergerak di bawah air

Diam-diam menyembulkan,bukit kecil berwarna hijau

[Refrain]

Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping

早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)

泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil

树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah

Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh

Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi

[Instrumental]

[Bait 3]

Tepat di pucuk kecil itu

Seekor capung, bagai perahu kecil

Ekornya terangkat tinggi-tinggi

Bagai penjaga mungil yang setia bertugas

Ia sama sekali tak bergerak

Seperti sahabat yang menunggu teratai kecil tumbuh dewasa

[Jembatan]

Orang dewasa memandang remeh kolam ini

Katanya air sesedikit ini, dangkal sampai membuat risau

Namun yang kecil punya alasannya sendiri

Yang kecil punya keutuhan dan kecermatannya sendiri

Mata air、naungan pohon、ujung teratai、capung

Masing-masing menempati tempatnya, tak berebut mendahului

Dunia kecil seluas telapak tangan ini

Berputar lebih bebas daripada apa pun

[Bait 4]

Kapan capung itu terbang pergi

Tak ada yang memperhatikan,riak air bergoyang sebentar lalu reda

Teratai muda tumbuh sedikit lebih tinggi lagi

Ujung runcingnya menjalani hari, tanpa tergesa dan cemas

Tunggu hingga ia membentangkan sehelai hijau

Maka ia bisa menadah bintang-bintang yang berjatuhan

[Refrain Terakhir]

Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping

早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)

泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil

树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah

Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh

Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi

[Penutup]

Mata air masih mengalir perlahan

Capung akan kembali, aku ingat irama itu

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

5:02

Interpretasi satu · Vokal wanita

4:29

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.