Interpretasi satu · Vokal pria
5:02Audio untuk sementara tidak dapat diputar, silakan coba lagi nanti.

Liris bernuansa Tiongkok klasik · Penciptaan musik AI
Ku Wuji · Musik AI · 4 kali dibaca
Mengambil ilham dari 《小池》 (Kolam Kecil) karya Yang Wanli. 泉眼无声惜细流,树阴照水爱晴柔;小荷才露尖尖角,早有蜻蜓立上头。Artinya: mata air diam seakan menyayangi alirannya yang tipis, bayang pohon tercermin di air mencintai kelembutan cuaca cerah; teratai kecil baru menampakkan pucuk runcing, seekor capung sudah lebih dulu bertengger di atasnya. Semesta mungil dalam kolam kecil: mata air hemat mengalirkan air, bayang pohon mencerminkan kelembutan hari cerah, teratai kecil baru menunjukkan pucuk runcing, capung sudah bertengger di atasnya—yang kecil punya keutuhannya sendiri, yang kecil punya kebebasannya sendiri. Dinyanyikan oleh suara pria dan wanita dengan lirik yang sama.
Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping
早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)
Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.
Nuansa puitis yang sama, gema yang berbeda
2 lagu yang dapat dipilih
Tambahkan ke daftar putar agar tetap bisa mendengarkan saat menjelajahi halaman lain. Pemutaran berhenti setelah seluruh daftar selesai diputar secara berurutan.
Ada lagu di antara kata-kata
[Pembuka]
[Bait 1]
Mata air berada di celah bebatuan
Aliran kecil perlahan mengalir keluar
Ia sungguh tak rela melepas
Takut musim panas tak cukup panjang, ia membukanya dengan sangat hemat
Begitulah sedikit isi hati yang penuh pertimbangan
Aliran kecil yang terus mengalirlah yang bertahan lama
[Pra-Refrain]
Naungan pohon menjulur ke permukaan air
Menganggap bayangan sebagai cermin terus bercermin tanpa henti
[Refrain]
Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping
早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)
泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil
树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah
Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh
Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi
[Bait 2]
Cahaya hari cerah begitu lembut
Selembut selapis sutra tipis
Permukaan air tak bergerak sedikit pun
Bayang pohon dan awan, semuanya terpantul di mata air
Sesekali datang embusan angin
Datang dan pergi sama-sama perlahan
[Pra-Refrain]
Ada sesuatu bergerak di bawah air
Diam-diam menyembulkan,bukit kecil berwarna hijau
[Refrain]
Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping
早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)
泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil
树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah
Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh
Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi
[Instrumental]
[Bait 3]
Tepat di pucuk kecil itu
Seekor capung, bagai perahu kecil
Ekornya terangkat tinggi-tinggi
Bagai penjaga mungil yang setia bertugas
Ia sama sekali tak bergerak
Seperti sahabat yang menunggu teratai kecil tumbuh dewasa
[Jembatan]
Orang dewasa memandang remeh kolam ini
Katanya air sesedikit ini, dangkal sampai membuat risau
Namun yang kecil punya alasannya sendiri
Yang kecil punya keutuhan dan kecermatannya sendiri
Mata air、naungan pohon、ujung teratai、capung
Masing-masing menempati tempatnya, tak berebut mendahului
Dunia kecil seluas telapak tangan ini
Berputar lebih bebas daripada apa pun
[Bait 4]
Kapan capung itu terbang pergi
Tak ada yang memperhatikan,riak air bergoyang sebentar lalu reda
Teratai muda tumbuh sedikit lebih tinggi lagi
Ujung runcingnya menjalani hari, tanpa tergesa dan cemas
Tunggu hingga ia membentangkan sehelai hijau
Maka ia bisa menadah bintang-bintang yang berjatuhan
[Refrain Terakhir]
Ujung teratai muda yang muncul masih kecil ramping
早有蜻蜓立上头 (Capung sudah lebih dahulu hinggap di ujungnya)
泉眼无声惜细流 — Mata air diam seakan menyayangi alirannya yang kecil
树阴照水爱晴柔 — Bayang pepohonan terpantul di air,menyukai kelembutan hari cerah
Meski kolam kecil itu mungil,ia menampung musim semi dan gugur yang utuh
Siapa bilang yang kecil tak layak disinggahi
[Penutup]
Mata air masih mengalir perlahan
Capung akan kembali, aku ingat irama itu
Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI
Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Ku Wuji · Musik AI
Audio untuk sementara tidak dapat diputar, silakan coba lagi nanti.
Audio untuk sementara tidak dapat diputar, silakan coba lagi nanti.
Kolom komentar
Sedang memuat komentar…
Ingin mengatakan sesuatu?Masuk untuk ikut berkomentar →