Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Mimpi Pulang ke Kota Berselimut Embun Beku》

Naratif bernuansa tradisional Tiongkok · Penciptaan musik AI

Mimpi Pulang ke Kota Berselimut Embun Beku

Ku Wuji · Musik AI · 3 kali dibaca

Terinspirasi dari karya Fan Zhongyan 《渔家傲·秋思》(Kebanggaan Nelayan·Renungan Musim Gugur), lirik baru ini mengisahkan bahwa di kota terpencil pun ada orang yang menanti kebersamaan kembali.

Sebaris lirik dalam lagu

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Hati yang menanti kepulangan tak membedakan yang muda dan yang beruban

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Kawanan angsa liar membawa musim gugur ke selatan

Gerbang kota di kedalaman pegunungan perlahan tertutup

Tiupan demi tiupan terompet menembus kabut senja

Kubayangkan lampu-lampu kampung halaman bersinar begitu terang

[Pra-Refrain]

Arak hanya mampu menghangatkan satu tangan di depan mata

Hatiku masih mengetuk perlahan di pintu yang jauh

[Refrain]

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Hati yang menanti kepulangan tak membedakan yang muda dan yang beruban

Berjaga sepanjang malam bukan berarti lupa arah pulang

Melainkan masih ingin menjaga tempat yang tenteram bagi lebih banyak orang

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Semoga mereka yang jauh tahu kami sama-sama merindu

[Selingan Instrumental]

[Bait 2]

Bunyi seruling meniupkan warna embun beku ke dalam pakaian

Siapa diam-diam menyeka sudut mata saat terbangun dari mimpi

Aku tak ingin kelelahan ini tak dipahami siapa pun

Aku pun tak ingin menyanyikan diriku sebagai ketegaran tanpa air mata

[Pra-Refrain]

Arak hanya mampu menghangatkan satu tangan di depan mata

Hatiku masih mengetuk perlahan di pintu yang jauh

[Refrain]

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Hati yang menanti kepulangan tak membedakan yang muda dan yang beruban

Berjaga sepanjang malam bukan berarti lupa arah pulang

Melainkan masih ingin menjaga tempat yang tenteram bagi lebih banyak orang

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Semoga mereka yang jauh tahu kami sama-sama merindu

[Jembatan]

Semoga setiap bahu yang menanggung angin dan salju

Dapat ditenangkan dengan lembut oleh sebuah sapaan tulus

Kelak saat semua yang dirindukan tak lagi dipisahkan jalan

Kita pun perlahan menikmati hidangan sehari-hari dengan lahap

[Refrain Terakhir]

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Hati yang menanti kepulangan tak membedakan yang muda dan yang beruban

Berjaga sepanjang malam bukan berarti lupa arah pulang

Melainkan masih ingin menjaga tempat yang tenteram bagi lebih banyak orang

Di kota terpencil ini pun ada yang menanti berkumpul kembali

Semoga mereka yang jauh tahu kami sama-sama merindu

[Penutup]

Sebelum fajar pandang sekali lagi gunung di selatan

Semoga nyanyian ini melangkah bagi kita hingga ke pintu rumah

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

3:30

Interpretasi satu · Vokal wanita

3:30

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.