Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Mapel Sungai dan Bayang Lonceng》

Folk bernuansa tradisional Tiongkok · Penciptaan musik AI

Mapel Sungai dan Bayang Lonceng

Ku Wuji · Musik AI · 8 kali dibaca

Berangkat dari 《枫桥夜泊》 (Berlabuh Malam di Jembatan Feng) karya Zhang Ji, mapel sungai, cahaya perahu nelayan, dan lonceng tengah malam menjelma menjadi lagu kerinduan akan kampung halaman. Guzheng dan dongxiao saling berpadu, dengan vokal laki-laki yang tenang dan vokal perempuan yang berliku lembut. Dua penampilan solo ini menyanyikan kerinduan dari sebuah perahu musafir menuju tempat yang jauh.

Sebaris lirik dalam lagu

Biarkan satu dentang lonceng menerangi jalan pulangku

Menembus kabut di atas sungai lalu singgah di rumah yang kukenal

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Daun mapel menjatuhkan warna malam ke tengah air

Sebuah pelita nelayan menemaniku mengikat buntalan perjalanan lama

Di jembatan tak ada orang, jejak langkah masih menyimpan embun beku tipis

Di sisi perahu kudengar bunyi rinduku akan rumah

[Pra-Refrain]

Ada jalan yang sejauh apa pun ditempuh tetap membuat kita menoleh

Ada nama yang tak perlu ditulis jelas karena sudah di hati

[Refrain]

Biarkan satu dentang lonceng menerangi jalan pulangku

Menembus kabut di atas sungai lalu singgah di rumah yang kukenal

Apakah kau juga menjaga hidangan tetap hangat di bawah pelita

Tunggulah sampai selesai kuceritakan angin dan hujan selama tahun-tahun ini

Sekalipun malam ini masih tertahan di dermaga negeri asing

Sungai dalam hatiku selalu mengalir menuju rumah

[Selingan Instrumental]

[Bait 2]

Bulan perlahan bergeser melewati jendela kecil perahu

Bayang pepohonan di air berulang kali merapat lalu merenggang

Kulipat kembali surat yang tak sempat kukirim

Ingin menunggu fajar, meminjam perahu yang lebih cepat untuk mengantarkannya

[Pra-Refrain]

Ada jalan yang sejauh apa pun ditempuh tetap membuat kita menoleh

Ada nama yang tak perlu ditulis jelas karena sudah di hati

[Refrain]

Biarkan satu dentang lonceng menerangi jalan pulangku

Menembus kabut di atas sungai lalu singgah di rumah yang kukenal

Apakah kau juga menjaga hidangan tetap hangat di bawah pelita

Tunggulah sampai selesai kuceritakan angin dan hujan selama tahun-tahun ini

Sekalipun malam ini masih tertahan di dermaga negeri asing

Sungai dalam hatiku selalu mengalir menuju rumah

[Jembatan]

Tak setiap pengembaraan menuntut kita berpura-pura kuat

Saat lelah pun kau boleh mengisahkan rindu kepada malam

Dentang lonceng di kejauhan menyisakan sebuah celah bagi keheningan

Biarkan aku percaya saat pulang masih ada yang menyahut

[Refrain Terakhir]

Biarkan satu dentang lonceng menerangi jalan pulangku

Menembus kabut di atas sungai lalu singgah di rumah yang kukenal

Apakah kau juga menjaga hidangan tetap hangat di bawah pelita

Tunggulah sampai selesai kuceritakan angin dan hujan selama tahun-tahun ini

Sekalipun malam ini masih tertahan di dermaga negeri asing

Sungai dalam hatiku selalu mengalir menuju rumah

[Penutup]

Saat angin pagi datang, perlahan kulepas simpul tali

Kutulis malam ini menjadi kabar selamat, kukirim ke duniamu

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

3:55

Interpretasi satu · Vokal wanita

3:55

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.