Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Cerita dalam puisi

Pintu Terbuka pada Malam Bersalju

Ku Wuji · Karya Kreatif AI · Novel panjang tentang kehidupan masyarakat bernuansa klasik · Sudah tamat · 36 bab · 18 kali dibaca

Pada malam sebelum A Sui pindah ke kota, pintu kayu bakar yang tak dapat tertutup rapat kedatangan seorang pemuda yang meminta bermalam di tengah salju. Benang jahit dan serutan kayu di bawah pelita minyak menyingkap isi hati ibu dan anak yang belum sempat mereka tuntaskan. Xu Shen berharap keterampilannya dapat memberinya kehidupan yang tenteram. Namun, pesanan pintu untuk sebuah toko obat membuatnya lama tak sanggup menurunkan ketam, di antara pola yang diukirnya dengan saksama dan sebuah pintu yang seharusnya berdiri kokoh.

Buku ini merupakan karya orisinal dengan bantuan AI, dikembangkan dari 《逢雪宿芙蓉山主人》 (Bermalam di Rumah Tuan Gunung Furong Saat Turun Salju) karya Liu Changqing dan cerpen asli situs ini, 《雪夜留门》 (Pintu Terbuka pada Malam Bersalju). Tokoh, kota kabupaten, rute, dan alurnya sepenuhnya rekaan dalam dunia berlatar nuansa Dinasti Tang, bukan terjemahan puisi asli ataupun biografi penyair.

Daftar isi karya

36 bab · Teks lengkap telah siap
  1. Kamar yang Menghadap Selatan Itu
  2. Salju Sampai ke Ambang Pintu
  3. Mangkuk Ketiga
  4. Sebelum Daun Pintu Roboh
  5. Aksara Hitam di Persimpangan
  6. Gerbang Kota Selepas Tengah Hari
  7. Api Pinjaman dari Halaman
  8. Sebuah Pintu yang Sepadan
  9. Pintu yang Tak Jadi Diketuk Tengah Hari
  10. Papan Penunjuk Jalan Diputar Menghadap Arah Lain
  11. Sepasang Tangan di Sisi Keranjang Jahit
  12. Lelehan Salju Merembes ke Dinding Selatan
  13. Tempat Duduk Saat Pulang Kampung
  14. Satu Takik Penggaris yang Terlewat
  15. Tangan di Bawah Pintu Itu
  16. Kata-Kata yang Diucapkan Ibu untuknya
  17. Kayu Bahan Pintu Bertumpuk di Kedai Teh
  18. Jalan Pintas yang Tak Bisa Dilalui Gerobak
  19. Halaman Belakang Rumah Siapa
  20. Satu Pikulan Barang, Dua Utas Tali
  21. Da Xiu Membawa Pergi Pancinya
  22. Bangku yang Tak Diduduki Siapa Pun
  23. Siapa yang Menjanjikan Rumah Lama Itu?
  24. Menaruh Pintu Baru di Tengah Hujan
  25. Kamar yang Belum Dilepas
  26. Sisir yang Tertinggal di Bengkel Kayu
  27. Tak Ada Nama Siapa Pun di Papan Itu
  28. Ruangan Hangat Tak Bisa Menjadi Obat
  29. Ajakan Sebelum Duanwu
  30. Keranjang Jahit yang Tak Jadi Dijual
  31. Kedai Teh Menjalani Hari-harinya Sendiri
  32. Urusan Kayu di Gunung
  33. Dari Tangan Siapa Pikul Itu Patut Diterima
  34. Sepanci Nasi yang Tak Perlu Keburu Dingin
  35. Memperbaiki Pintu untuk Orang yang Masih Hidup
  36. Sudah Sejauh Mana Matahari Turun

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.