Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Sampul 《Seruling Kepulangan ke Chang'an》

Lagu Liris Bergaya Tiongkok · Penciptaan musik AI

Seruling Kepulangan ke Chang'an

Ku Wuji · Musik AI · 4 kali dibaca

Terinspirasi oleh karya Zhao Gu《长安晚秋 / 秋望 / 秋夕》(Akhir Musim Gugur di Chang'an / Memandang Musim Gugur / Malam Musim Gugur), lirik baru ini menggambarkan seseorang yang terjaga pada pagi hari di perantauan, tak lagi menunda kepulangan hingga meraih nama dan kedudukan, bersedia kembali menempuh jalan dengan urusan hati yang belum selesai serta debu perjalanan pada pakaian lamanya.

Sebaris lirik dalam lagu

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Jangan biarkan sebuah pintu tua menunggu hingga bunga layu

Baca lirik lengkap ↓

Pilih versi nyanyian di bawah ini, biarkan melodi menemani Anda membaca puisi ini hingga selesai.

Ada lagu di antara kata-kata

Lirik

[Pembuka]

[Bait 1]

Bayang bangunan menekan air musim gugur hingga begitu ramping

Angin menembus baju usangku hingga ke bahu

Sebuah nada bambu jatuh setelah cawan kosong

Mereka yang masih terjaga kembali mendapat setengah cawan duka

[Pra-Refrain]

Sayap di ujung langit tahu arah selatan

Namun langkahku kusimpan untuk tahun depan

[Refrain]

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Jangan biarkan sebuah pintu tua menunggu hingga bunga layu

Belum kuukir namaku pada panggung tinggi itu

Biarlah tubuh berdebu perjalanan ini pun punya tempat berlabuh

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Biarkan seberkas cahaya lampu menanti kepulanganku

[Selingan Instrumental]

[Bait 2]

Tepi mangkuk tua masih memiliki satu sumbing

Pas untuk menampung penuh bubur yang kurindukan

Bunga-bunga di tepi pagar memiliki musim gugurnya masing-masing

Tak bertanya di mana aku pernah singgah

[Pra-Refrain]

Sayap di ujung langit tahu arah selatan

Namun langkahku kusimpan untuk tahun depan

[Refrain]

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Jangan biarkan sebuah pintu tua menunggu hingga bunga layu

Belum kuukir namaku pada panggung tinggi itu

Biarlah tubuh berdebu perjalanan ini pun punya tempat berlabuh

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Biarkan seberkas cahaya lampu menanti kepulanganku

[Jembatan]

Jika jalan kecil di depan pintu sudah berlumut

Maka perlahan kusingkirkan debu lama

Jika seseorang bertanya tentang tahun-tahun yang kulalui

Maka kuajak dia minum semangkuk teh bersamaku

[Refrain Terakhir]

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Jangan biarkan sebuah pintu tua menunggu hingga bunga layu

Belum kuukir namaku pada panggung tinggi itu

Biarlah tubuh berdebu perjalanan ini pun punya tempat berlabuh

Lepaskan hati yang ingin pulang lepaskan hati yang ingin pulang

Biarkan seberkas cahaya lampu menanti kepulanganku

[Penutup]

Langit telah terang,angin masih belum reda

Kuserahkan langkah pertama kepada jalan panjang

Suasana puisi klasik dan lirik orisinal · Kreasi musik AI

Berikut adalah terjemahan lirik; rekamannya tetap menggunakan nyanyian versi asli, tanpa pembuatan ulang audio.

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Interpretasi satu · Vokal pria

3:00

Interpretasi satu · Vokal wanita

3:00

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.