Lewati ke konten utama

Cari di CooLWJ

选择搜索范围,输入关键词后按回车。

Bahasa

Cerita dalam puisi

Krisan pun Menunduk

Ku Wuji · Karya Kreatif AI · Kisah legendaris bernuansa Tiongkok kuno · Sudah tamat · 1 bab · 0 kali dibaca

Sepanjang hidupnya Han Yan melukis krisan yang tak mau menunduk. Kini ia harus mengandalkan lukisan ucapan panjang umur dengan bunga tertunduk untuk mendapatkan kembali cucu perempuannya yang ditahan. Penguasa baru mengharuskannya menyerahkan lukisan sebelum Chongyang, tetapi ranting di bawah kuasnya selalu terbiasa mengarah ke atas. Pada hari kesepuluh, seorang penjual sayur membawa sebungkus tanah berisi tiga biji krisan dan secarik kain katun bertuliskan: “东堤水涨,莫等我。” (“Air di tanggul timur naik, jangan tunggu aku.”) Di antara meja lukis dan gerbang kota, lelaki tua itu mendadak tak tahu ke mana harus lebih dahulu melangkah.

Karya ini diciptakan oleh AI dengan inspirasi dari citraan puisi Zheng Sixiao 《寒菊 / 画菊》 (Krisan dalam Dingin / Melukis Krisan). Tokoh dan alurnya sepenuhnya rekaan, dengan narasi bernuansa Tiongkok kuno dalam dunia fiktif, bukan saduran puisi asli atau biografi penyair.

Daftar isi karya

1 bab · Teks lengkap telah siap
  1. 菊亦低头

Kolom komentar

Sedang memuat komentar…

Pilih tema favorit

Tema pilihan berlaku di seluruh situs.