Cerita dalam puisi
Ranting Mei di Balik Bambu
Ku Wuji · Karya Kreatif AI · Kisah pendekar bernuansa Tiongkok kuno · Sudah tamat · 1 bab · 1 kali dibaca
Xin He datang mencari ke pelataran bambu sambil membawa rumbai pedang peninggalan ayahnya, ingin mempelajari satu jurus pedang yang tak terkalahkan di dunia. Lelaki tua penjual keranjang bambu itu enggan mengakui nama lamanya, dan hanya mengajarinya memikul air serta mengenali angin; bahkan sebatang ranting mei yang disodorkannya begitu saja mampu mengalahkan batang besi yang diam-diam telah ia pakai berlatih selama setengah tahun. Dua belas orang berbaju abu-abu mendadak mengepung gunung, menuntut rahasia ilmu pedang yang telah hilang; pedang sungguhan yang begitu lama ia nantikan akhirnya terhunus, tetapi justru berada di tangan para pendatang itu.
Karya ini diciptakan oleh AI dengan inspirasi dari citraan puisi Cao Zu, 《蓦山溪·梅》 (Moshánxi·Bunga Mei). Tokoh dan alurnya sepenuhnya fiktif, dengan narasi bernuansa Tiongkok kuno dalam latar rekaan, bukan terjemahan atau saduran puisi asli maupun biografi penyairnya.
Kolom komentar
Sedang memuat komentar…
Ingin mengatakan sesuatu?Masuk untuk ikut berkomentar →