Cerita dalam puisi
Busana Tari Lama di Bawah Dedalu
Ku Wuji · Karya Kreatif AI · Novel kehidupan perempuan dan masyarakat bernuansa Tiongkok kuno · Sudah tamat · 38 bab · 1 kali dibaca
Liu Zhaozhao yang berusia empat puluh enam tahun kembali ke taman lama, dan potret di atas balok masih menampilkan dirinya pada usia tujuh belas. Satu perjamuan musim gugur, dua puluh liang sebagai honorarium, seharusnya cukup untuk memperoleh kamar yang menghadap matahari; tetapi di kertas penerimaan murid, namanya sudah digunakan untuk menjanjikan masa depan orang lain. Kostum tari lamanya tak lagi bisa diikat di pinggang, sementara gadis di sudut halaman masih menahan sakit di kaki sambil menunggu dipilih olehnya. Lampu akan segera dinyalakan, siapakah yang seharusnya tampil di panggung?
Buku ini ditulis dengan bantuan AI, dikembangkan dari 《柳》 (Dedalu) karya Li Shangyin serta cerpen orisinal situs ini 《柳下旧舞衣》 (Busana Tari Lama di Bawah Dedalu). Tokoh, tempat, aturan rombongan pertunjukan, dan adegan pementasannya sepenuhnya rekaan, bukan saduran puisi asli, rekonstruksi catatan tari bersejarah, atau biografi penyair.
Daftar isi karya
38 bab · Teks lengkap telah siap- Ranting yang Jatuh Menyambut Tamu
- Panggung yang Tersisa Sebelah
- Kamar yang Menghadap Matahari Pagi
- Anak-Anak di Tepi Tumpukan Kayu
- Delapan Belas Tahil dalam Keranjang Anyaman Bambu
- Kursi Bagus Keluarga Tao
- Satu Napas Sampai Ke Mana
- Pinggang Sosok dalam Lukisan
- Juru Gendang Hendak ke Dermaga Timur
- Mereka Tertawa Lebih Dulu
- Setelah Menuliskan Nama
- Sebuah Pertunjukan Kecil di Jalan Selatan
- Bangku Ketiga Nona Xi
- Di Balik Pintu Dilarang Menjenguk
- Kau Juga Ingin Aku Pulang
- Para Pembongkar Panggung
- Baju Merah Tak Terikat
- Kereta tamu sudah di depan pintu
- Gendang belum berbunyi
- Mendedel Pakaian di Bawah Lampu
- Yang bisa menari hari ini
- Berpegangan pada tumpukan kayu
- Ke mana masing-masing pergi
- Rumah rendah membelakangi air
- Panci baru keluarga Gong
- Chongyang tidak memakai merah
- Tiga orang datang ke kelas senja
- Baju Itu Mau Dijual Berapa
- Delapan Tahil Musim Pertama
- Malam Ketika Kaki Terasa Sakit
- Jendelanya Kecil, Cerminnya Masih Ada
- Bi Hesheng Tak Menari Lagi Yang Ini
- Makan Tahun Baru Tak Perlu Berlatih Langkah Dulu
- Kesepakatan Mengantar Pengantin
- Giliran Qu Taoniang
- Tiga Utas Pita Merah
- Usungan Bunga Lewat Jembatan Lebih Dulu
- Senja Miring Masih di Ujung Willow
Kolom komentar
Sedang memuat komentar…
Ingin mengatakan sesuatu?Masuk untuk ikut berkomentar →