Cerita dalam puisi
Prasasti Bata Kota Lama
Ku Wuji · Karya Kreatif AI · Kisah kehidupan masyarakat bernuansa Tiongkok kuno · Sudah tamat · 1 bab · 0 kali dibaca
Lu Qi paling mahir mengukir nama era kekaisaran. Dari tiga puluh enam “bata kekaisaran”, hanya satu yang belum terjual karena hurufnya terukir terbalik. Pekerjaan baru membongkar tembok istana kembali datang, tetapi muridnya, Dongsheng, selalu berjongkok di sisi bata, memperhatikan nama-nama orang yang begitu kecil hingga tak bernilai uang. Pedagang barang antik mendesak agar mereka mengumpulkan cukup bata untuk membuat dinding peninggalan kekaisaran Enam Dinasti; upahnya cukup untuk membangun rumah baru yang sudah bertahun-tahun diidamkan istrinya. Namun, sebutir bola tanah liat yang jatuh dari bata retak justru membuat Dongsheng enggan mempercepat ayunan palunya.
Karya ini diciptakan oleh AI dengan inspirasi dari citraan puisi Sadula, 《念奴娇·登石头城次东坡韵》 (Niannujiao·Mendaki Kota Shitou Mengikuti Rima Dongpo). Tokoh dan alurnya sepenuhnya fiktif, dengan narasi bernuansa Tiongkok kuno dalam latar rekaan, bukan terjemahan atau saduran puisi asli maupun biografi penyairnya.
Kolom komentar
Sedang memuat komentar…
Ingin mengatakan sesuatu?Masuk untuk ikut berkomentar →